Bela Palestina, santri Maros kecam zionis Israel - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bela Palestina, santri Maros kecam zionis Israel

Bela Palestina, santri Maros kecam zionis Israel

Santri SPIDI Maros mengecam kekejaman zionis Israel terhadap rakyat PalestinaTerkini.id, Maros â€" Aksi bela Palestina yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Min…

Bela Palestina, santri Maros kecam zionis Israel

Santri SPIDI Maros mengecam kekejaman zionis Israel terhadap rakyat Palestina

Terkini.id, Maros â€" Aksi bela Palestina yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu 17 Desember 2017, dihadiri oleh ribuan orang. Mereka berkumpul menyerukan penolakan terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang memberi pengakuan sepihak, Yerusalem ibukota Israel.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi salah satu inisiator pelaksanaan aksi bela palestina tersebut. MUI mengimbau agar produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia diboikot.

Jauh di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Maros, santri-santri Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) tidak ketinggalan memberikan dukungan berdasar informasi yang mereka lihat di m edia sosial terkait kekejaman tentara Israel pada anak-anak, dan perempuan tak berdaya. Sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Valiza Uzma, remaja kelas IX SMP asal Provinsi NTB menyatakan dengan tegas mendukung Palestina sebagai negara yang sah dan bebas dari penjajahan.

Perampasan wilayah merupakan tindakan yang tidak adil dan tidak berperikemanusaan. Palestina harus mendapat dukungan dari dunia sebagai negara yang bebas dan merdeka.

“Israel tidak seharusnya merampas kota yang bukan miliknya,” paparnya penuh semangat.

Baca :Menanti peran strategis Indonesia dalam konflik Palestina-Israel

Hal sama disampaikan Nabila Nur Syafiyah, pelajar yang mengambil konsentrasi penghafal Quran ini geram melihat Israel berlaku sewenang-wenang pada Palestina.

Menurutnya, Israel harus sadar bahwa mereka tak punya hak menjadikan Yerussalem sebagai ibukotanya. Palestina memiliki kebebasan dan berhak berdiri sebagai negara merdeka.

“Sebagai pelajar saya sa ngat dukung negara Palestina bebas merdeka,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Farida Safira Ramadhani. Santri penghafal Quran ini bahkan secara tegas menyebut Israel adalah penjajah yang menindas rakyat Palestina.

Ia mengatakan Al Quds sebagai kota suci umat muslim tidak pantas dimiliki Israel.

“Saya mengirimkan doa karena menurut saya tidak ada yang mengalahkan doa dan bantuan donasi semampunya untuk rakyat Palestina,” ucapnya.

PenulisFachri Djaman
Sumber: Google News | Warta 24 Maros

Tidak ada komentar