Emak-emak di Sinjai Dilatih Kembangkan Usaha Ekonomi Desa - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Emak-emak di Sinjai Dilatih Kembangkan Usaha Ekonomi Desa

Emak-emak di Sinjai Dilatih Kembangkan Usaha Ekonomi Desa

RAKYATKU.COM, SINJAI - Di tengah perkembangan ekonomi yang kian pesat, warga di Kabupaten Sinjai dituntut lebih inovatif agar bisa menciptakan pundi-pundi rupiah.Bukan hany…

Emak-emak di Sinjai Dilatih Kembangkan Usaha Ekonomi Desa

RAKYATKU.COM, SINJAI - Di tengah perkembangan ekonomi yang kian pesat, warga di Kabupaten Sinjai dituntut lebih inovatif agar bisa menciptakan pundi-pundi rupiah.

Bukan hanya kaum pria yang bertanggungjawab dalam menghasilkan uang, namun kaum wanita tak boleh kalah dalam mendatangkan rezeki untuk keluarga.

Melalui pemerintah desa, program peningkatan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Sinjai digenjot dengan sejumlah pelatihan pengembangan ekonomi pedesaan. Seperti yang digelar Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan.

Warganya, utamanya ibu-ibu diajarkan menjadi wirausahaan rumahan dengan memanfaatkan bahan baku yang berada di masing-masing wilayahnya.

"Dengan sumber daya alam yang melimpah, mengapa kita tidak jadik an sumber penghasilan, misalnya ubi kayu yang tumbuh subur di lingkungan. Di luar sana harga kripik ubi kayu mahal, justru kita di sini taunya hanya digoreng lalu dicampur sambel.

Emak-emak di Sinjai Dilatih Kembangkan Usaha Ekonomi Desa
"Mengapa kita tidak buat kripik lalu dikemas dengan plastik yang cantik lalu kita jual," ungkap Kepala Desa Gareccing, Irwan Parenrengi saat membuka acara Pelatihan Ekonomi Desa di Aula Kantor Desa, Kamis (28/12/2017).

Baca Juga

  • Konsumsi Pil IFV, 4 Remaja di Sinjai Bertingka Aneh
  • Warga Sinjai Dikejutkan Penemuan Benda Diduga Mortir
  • Pelajar SMP Se-Kabupaten Sinjai Belajar Jurnalistik

Bahkan menurutnya, di perkotaan, segala jenis makanan yang mahal dan enak dijual, namun bahan bakunya ada di tengah-tengah warga. Contohnya Bambu yang dibuat menjadi Kipas Angin Tangan, atau tape singkong yang dikemas lalu dipasarkan.

"Potensi alam kita harus gunakan dengan baik dan bernilai uang. Mengapa kebiasaan kita buat kue khas hanya untuk acara atau dimakan bersama, mengapa tidak dikemas lalu kita jual. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap bisa lebih kompeten, kami akan bantu termasuk cara pemasarannya.

Sementara itu, hadir memberi materi kepala Bidang Koperasi UMKM Kabupaten Sinjai menuturkan, kebiasan emak-emak hanya menunggu suaminya pulang ke sawah sekarang ini, mengapa waktunya menunggu tidak dipergunakan membuat kerajinan tangan yang bernilai uang.

"Di Kota Makassar sendiri misalnya, saat acara nikahan ada souvenir seperti kipas. Mereka mesan dari luar daerah, lalu kenapa kita tidak jemput peluang itu, kita yang siapkan. Banyak sekali bambu di kampung. Dengan aktivitas ini, menutup kesempatan emak-emak saat sore hari cari ku tu di beranda rumah, namun membuka peluang jadi pengusaha," tambahnya.

Sumber: Google News | Warta 24 Sinjai

Tidak ada komentar