Kasus Pencabulan Jadi Perhatian Pemerhati Anak Maros - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kasus Pencabulan Jadi Perhatian Pemerhati Anak Maros

Kasus Pencabulan Jadi Perhatian Pemerhati Anak Maros

Kasus Pencabulan Jadi Perhatian Pemerhati Anak Maros Kasus pertama dilakukan oleh seorang warga Batangase Maros, Dg Taba (73) diamankan setelah mencabuli putri kandungnyaMingg…

Kasus Pencabulan Jadi Perhatian Pemerhati Anak Maros

Kasus Pencabulan Jadi Perhatian Pemerhati Anak Maros

Kasus pertama dilakukan oleh seorang warga Batangase Maros, Dg Taba (73) diamankan setelah mencabuli putri kandungnya

Kasus Pencabulan Jadi Perhatian Pemerhati Anak MarosANSARKorban pencabulan ayah kandung AA, JA (12) dijemput oleh unit PPA Polres di rumahnya Kelurahan Bontoa, Mandai, untuk dilakukan visum di RSUD Salewangang.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Dua kasus pencabulan yang dilakukan oleh orangtua kepada putri kandungnya di Maros, dua bulan terakhir menjadi tanda darurat terhadap perlindungan anak.

Hal tersebut dikatakan oleh Pemerhati Anak Maros, Bagus Dibyo Sumantri ke tribunmaros.com, Minggu (17/12/2017).

Kasus pertama dilakukan oleh seorang warga Batangase Maros, Dg Taba (73) diamankan Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Maros, setelah mencabuli putri kandungnya, MG (30), Senin (20/11/2017) lalu.

Dg Taba mencabuli MG sejak masih duduk di kelas III SD, tahun 1995. Saat itu korban masih berumur delapan tahun.

Kasus kedua yakni, Seorang bocah perempuan kelas 6 SD di Maros, JA (12) melaporkan ayah kandungnya, AA (40) ke Polsek Mandai, lantaran sudah tidak tahan dicabuli selama lima tahun terakhir, Jumat (15/12/2017).

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros, Iptu Kasmawati mengatakan, JA dicabuli oleh AA sejak berumur 7 tahun dan masih duduk di kelas satu SD.

Setiap kali dicabuli, JA selalu melapor ke neneknya yang ada di Batangase, MT (65). Hanya saja laporan tesebut tidak terlalu ditanggapi.

Koordinator Indonesia Timur Lembaga Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) ini, mengaku prihatin terharap krisis moral orangtua yang mulai terjadi di Maros. Orangtua nekat mencabuli putri kandungnya sendiri.

"Negara ini, khususnya Maros sudah masuk dalam kondisi darurat terhadap anak. Ancaman terhadap anak terhadap keselamatannya semakin nyata," katanya.(*)

Penulis: Ansar Editor: Anita Kusuma Wardana Ikuti kami di Pria Catat Isi SMS Selingkuhan Istri dari HP Senter di Kertas lalu ke Polisi sambil Gendong Anak Sumber: Google News | Warta 24 Maros

Tidak ada komentar