Keterbukaan Informasi: Lutra Pertama, Makassar Ketiga - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Keterbukaan Informasi: Lutra Pertama, Makassar Ketiga

Keterbukaan Informasi: Lutra Pertama, Makassar Ketiga

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR â€" Kabupaten Luwu Utara (Lutra) meraih peringkat pertama pada pemeringkatan keterbukaan informasi publik tahun 2017 di Sulawesi Selatan (Sulsel)…

Keterbukaan Informasi: Lutra Pertama, Makassar Ketiga

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR â€" Kabupaten Luwu Utara (Lutra) meraih peringkat pertama pada pemeringkatan keterbukaan informasi publik tahun 2017 di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kabupaten Lutra memenuhi kualifikasi menuju informatif dengan nilai 83,238. Di peringkat kedua adalah Kabupaten Sinjai, yang memperoleh nilai 75,675. Kualifikasi Kabupaten Sinjai adalah menuju informatif.

Sementara Kota Makassar meraih peringkat 3 dengan kualifikasi cukup informatif. Peringkat keempat adalah Kota Parepare dan peringkat kelima adalah Kabupaten Baru.

Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulsel Pahir Halim mengatakan, keterbukaan informasi merupakan amanat rezim reformasi yang akan memasuki usia ke-20 tahun. Keterbukaan informasi benar-benar memiliki payung hukum sejak diundangkannya UU KIP nomor 14/2008.

Meski demikian, kata Pahur Halim, keterbukaan informasi masih menjadi sorotan. Setidaknya terdapat 3 poin penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi, yakni pertama, menyangkut badan publik yang menguasai informasi tertentu baik negara maupun non negara.

Kedua, kelembagaan komisi informasi sendiri sebab amanat UU 14/2008 menegaskan bahwa satu-satunya lembaga yang diberikan kewenangan absolute untuk proses yang menyelesaikan adalah KI.

“Artinya aktor kedua bisa diwujudkan adalah peran serta komisi informasi menjalankan tugas,” kata Pahir Halim.

Ketiga, partisipasi kritis masyarakat. Pahir Halim mengatakan, masyarakat tang semakin kritis memperoleh informasi akan meberikan peluang semakin terwujudnya keterbukaan informasi.

Sementara itu, Wakil Ketua KI Pusat, Gede Narayana Sunarkha mengatakan, pemeringkatan merupakan hasil dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan o leh tim Monev.

“Jadi Monev ini masih bersifat sederhana dengan membagikan kuisoner kepada masyarakat,” kata Gede Nurayana.

(muh fadly/pojoksulsel)


Sumber: Google News | Warta 24 Luwu Utara

Tidak ada komentar