Momen-Momen Tak Terlupakan PSM Makassar di Sepanjang 2017 - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Momen-Momen Tak Terlupakan PSM Makassar di Sepanjang 2017

Momen-Momen Tak Terlupakan PSM Makassar di Sepanjang 2017

Padunya Kerja Sama Willem jan Pluim dan Marc KlokMenyaksikan permainan Willem jan Pluim dan Marc Klok adalah satu dari cukup banyak hal menyenangkan yang tersaji pada Liga …

Momen-Momen Tak Terlupakan PSM Makassar di Sepanjang 2017

Padunya Kerja Sama Willem jan Pluim dan Marc Klok

Menyaksikan permainan Willem jan Pluim dan Marc Klok adalah satu dari cukup banyak hal menyenangkan yang tersaji pada Liga 1 2017. Gaya bermain keduanya yang begitu mengedepankan teknik sebagaimana pemain Eropa menjadi sedikit perbedaan dibandingkan dengan para pemain asing terdahulu.

Pluim, meski tubuhnya tinggi menjulang, pergerakannya sama sekali sukar ditebak. Kecepatannya mungkin tak seberapa jika dibandingkan dengan Febri Haryadi atau Terens Puhiri, tepi kaki-kaki panjang yang ia miliki bisa menutupi kekurangan itu dengan memanfaatkannya untuk mendribel bola. Statistik dribelnya bahkan mencapai 68 persen yang membuat Pluim menjadi pemain tengah dengan statistik dribel sukses tertinggi.

Pluim juga bukan pemain yang malas bergerak. Meski diplot sebagai gelandang serang, ia sering bergerak ke dua sisi sayap untuk membuka ruang bagi para pemain sayap PSM serta bahkan sesekali berada di barisan terdepan penyerangan. Kebiasaannya itu membuat penyerangan PSM seperti gaya bermainnya sendiri: sukar ditebak.

Sementara Marc Klok, berada pada area yang sama dengan Pluim, tapi peran berbeda. Posisinya pun agak lebih statis di lini tengah depan area pertahanan. Bersama pemain debutan bernama M. Arfan, Klok menjadi penghubung serta penyeimbang permainan tim. Ia juga menjadi pusat pertahanan PSM Makassar yang pada Liga 1 2017 cukup kokoh.

Kendati lebih sering dilibatkan dalam pertahanan, tidak berarti Klok tak punya peran dalam menyerang. Terbukti, umpan-umpang panjang dan umpan terobosan yang ia berikan sesekali mampu menjadi peluang bagi rekan-rekannya. Statistik juga menunjukk an bahwa pemain berusia 24 tahun asal Belanda ini cukup berpengaruh bagi lini depan, yakni dengan berhasil mencetak 4 gol dan mencatatkan 3 asis.

Kabar terakhir menyebutkan, kedua pemain ini sendiri sudah menambah masa baktinya untuk PSM. Dengan begitu, bersyukurlah karena hingga beberapa tahun ke depan, hiburan lewat kedua kaki Belanda tersebut masih bisa kita nikmati.

Laga Panas Menghadapi Bali United di Mattoangin

Laga yang mempertemukan PSM Makassar dengan Bali United di Stadion Mattoangin adalah salah satu laga terbaik Liga 1 2017. Laga ini berlangsung panas, keras, dan cenderung sedikit kasar. Terbukti, ada enam kartu kuning yang dikeluarkan wasit: dua untuk tuan rumah, tiga untuk tim tamu.

Ada dua momen utama yang membuat laga kedua tim yang ketika itu masih berpeluang meraih juara ini begitu menarik. Pertama, atmosfer pertandingan yang sangat panas, bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ketika bus pemain Bali United tiba di Makassar saja, misalnya, pendukung PSM sudah mengerumuni dan menyambut dengan poster yang berisikan tulisan-tulisan bernada psywar. Saat pertandingan berlangsung, tentu saja tensinya semakin memanas. Sejumlah botol bahkan sempat ikut bertanding di lapangan pertandingan.

Momen kedua yang juga cukup menarik adalah drama yang ditunjukkan duo Belanda milik Bali United bernama Sylvano Comvalius dan Stefanno Lilipaly. Ketika itu, Comvalius marah dan bahkan nyaris berkelahi lantaran Lilipaly menembak langsung ke arah gawang, alih-alih mengoper bola padanya. Momen itu terjadi pada pengujung babak pertama. Tapi pada babak kedua, tepatnya menit ke-95, keributan yang melibatkan keduanya seolah tak pernah terjadi. Lilipaly men cetak gol kemenangan Bali United lewat umpan Sylvano Comvalius.

Pages

  • 1
  • 2
  • next ›
  • last »
Topics PSMSumber: Google News | Warta 24 Makassar

Tidak ada komentar