Mus Muliadi, Warga Miskin Penderita Kanker di Maros, Butuh ... - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Mus Muliadi, Warga Miskin Penderita Kanker di Maros, Butuh ...

Mus Muliadi, Warga Miskin Penderita Kanker di Maros, Butuh ...

Mus Muliadi, Warga Miskin Penderita Kanker di Maros, Butuh Uluran Tangan Abdul Malik mengatakan, Mus sudah lama menderita kanker namun tidak pernah berobat di rumah …

Mus Muliadi, Warga Miskin Penderita Kanker di Maros, Butuh ...

Mus Muliadi, Warga Miskin Penderita Kanker di Maros, Butuh Uluran Tangan

Abdul Malik mengatakan, Mus sudah lama menderita kanker namun tidak pernah berobat di rumah sakit. Dia hanya pasrah dengan keadaannya.

Mus Muliadi, Warga Miskin Penderita Kanker di Maros, Butuh Uluran TanganANSAR/TRIBUN TIMURKapolsek Moncongloe, Iptu Abdul Malik bersama personelnya dan Kepala Dusun Jambua, Lante Salam, memberikan bantuan berupa sembako ke seorang penderita kanker tumor ganas Mus Muliadi.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kapolsek Moncongloe, Iptu Abdul Malik bersama personelnya dan Kepala Dusun Jambua, Lante Salam, memberikan bantuan ber upa sembako ke seorang penderita kanker tumor ganas Mus Muliadi (22), Kamis (28/12/2017).

Selain sembako, Kapolsek juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai saat berkunjung ke rumah Mus di Dusun Jambua, Desa Bonto Marannu, Moncongloe.

Abdul Malik mengatakan, Mus sudah lama menderita kanker namun tidak pernah berobat di rumah sakit. Dia hanya pasrah dengan keadaannya.

Kondisi tubuh Mus juga kurus. Dia sangat mengharapkan bantuan dari pihak Pemerintah maupun dermawan lainnya. Mus ingin kembali sembuh dan beraktivitas seperti biasanya.

"Mus Muliadi mulai menderita penyakit kanker tumor ganas sudah lama. Namun dia baru merasakan sakitnya empat bulan terakhir. Semoga bantuan kami, bisa meringankan bebannya,"katanya.

Selama ini, Mus Musliadi berbobat dengan cara tradisional. Namun hal tersebut gagal. Pihak keluarga ingin membawanya ke rumah sakit, namun tidak memiliki biaya.

"Kasihan melihat kondisinya. Mus Muliadi harus menjalani operasi di rumah sakit. Namun pihak keluarga tidak memiliki uang. Makanya, dia menjalani perawatan seadannya saja," katanya.

Mus Muliadi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan almarhum Amir dan Hadinah. Sejak ayahnya meninggal beberapa tahun lalu, Mus Muliadi menjadi tulang punggung keluarga.

Dia berprofesi sebagai buruh untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Namun saat dia terbaring sakit, ibunya terpaksa menggantikan putranya untuk menjadi buruh.

Penulis: Ansar Editor: Ardy Muchlis Ikuti kami di Ngotot Pilih Jalur Sendiri, Sopir Taksi Online Turunkan Wanita dan Ketiga Anaknya di Pinggir Jalan Sumber: Google News | Warta 24 Maros

Tidak ada komentar