Perang Barrattung Warnai Tahun Baru 2018 di Toraja - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Perang Barrattung Warnai Tahun Baru 2018 di Toraja

Perang Barrattung Warnai Tahun Baru 2018 di Toraja

Online24, Makale â€" Berbagai macam kegiatan yang dilakukan saat menyambut atau menyonsong pergantian tahun baru diberbagai daerah. Seperti di kabupaten Tana Toraja, Sulawesi…

Perang Barrattung Warnai Tahun Baru 2018 di Toraja

Online24, Makale â€" Berbagai macam kegiatan yang dilakukan saat menyambut atau menyonsong pergantian tahun baru diberbagai daerah. Seperti di kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (31/12/2017) malam. Pemerintah setempat bersama masyarakat, selain melaksanakan pesta kembang api menggelar perang Barattung atau meriam bambu mengisi udara sejak sore hingga pergantian tahun. Barattung atau meriam bambu dan kembang api ini biasanya dimainkan oleh anak-anak.

Kegiatan yang dipusatkan di Plaza kolam Makale tersebut di saksikan puluhan ribu warga yang berdatangan dan memadati pusat kota bumi Lakipadada sejak sore. Warga yang berdatangan baik dari luar toraja maupun wisatawan mancanegara tersebut mulai menyesaki lokasi kolam yang ditengahnya terd apat patung pahlawan toraja yakni patung lakipadada.

Salah satu warga asal kabupaten Soppeng namun berdomisili di Blenheim,New Zeland Selandia Baru, Johnny Ake (58) yang datang bersama istri, Erni Mahaganti (54) dan putrinya, Jenny Mahaganti (17), mengaku sengaja datang dan berkunjung ke Toraja yang pertama kalinya karena ingin menyaksikan perayaan pergantian tahun baru di daerah yang terkenal dengan budaya dan objek wisatanya ini.

“Luar bisa dan spektakuler rangkaian kegiatan yang dikemas masyarakat torja. Baru kali ini saya merasakan hiburan yang luar biasa lama selama 3 jam. Di Selandia Baru hanya berlangsun setengah jam. Tentunya waktu 3 jam tersebut menghabiskan biaya yang luar biasa banyak, “ jelas Johnny saat ditemui

Bukan hanya itu, pria paru baya ini, sangat tertarik dengan atraksi yang di mainkan oleh anak-anak dan orang dewasa, yakni tradisi barattung atau meriam bambu , yang mana tidak pernah ia liat sama sekali.

“Kalau di Selandia Baru tidak ada tradisi seperti ini,“ pungkasnya.

Hal senada juga di ungkapkan ,siska warga Kota Makassar, yang datang bersama temannya, berharap agar di tahun ini akan menjadi lebih baik. Kegiatan perayaan yang di selenggarakan pemerintah Tana toraja akan lebih baik lagi dan ditingkatkan pada tahun mendatang.

“Saya senang dan puas, tidak rugi datang jauh-jauh dari makassar ke tana toraja,”ujarnya.

Saat puncak acara tiba, tidak ada suara terompet sepert perayaan tahun baru sebelumnya saat menyambut detik-detik pergantian tahun. Namun hanya suara ledakan barattung atau meriam bambu yang disukut dengan menggunakan minyak tanah dan sumbu yang di bakar serta ledakan suara kembang api yang menghiasi angkasa dengan memancarkan beragam warna warni serta bentuk yang indah.

Permainan barattung atau meriam bambu. Mungkin sebagian orang menganggap bahwa Meriiam Bambu hanyalah mainan anak kampung yang tidak biasa di bandingkan dengan patasan dan kembang api. Karena m eriam bambu hanya bisa mengeluarkan bunyi tanpa bisa mengeluarkan percikan api warna-warni yang indah.

Tidak begitu dengan anak-anak yang sedang bermain meriam bambu di Kelurahan Oesapa. Menurut mereka, benda yang terbuat dari bambu betung ini sangat menyenangkan walaupun hanya bisa mengeluarkan bunyi yang keras.

“Saya sangat senang dan gembira bisa ikut dan menghibur orang sambut pergantian tahun baru walaupun hanya pakai barattung.tidak punya uang beli kembang api “, ujar seorang anak lugu.

Bagi mereka permainan ini sangat menyenangkan. Tidak perlu mengeluarkan uang dan bagi mereka ini adalah permainan andalan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Mereka terlihat begitu bersemangat meniup bambu tersebut walaupun mereka harus menerima asap sebagai hadiah pertama mereka.

Di sini kita bisa lihat bahwa sebuah permainan tidak bisa dinilai dari berapa uang yang kita keluarkan dan seberapa bagus permainan itu, tetapi bagaimana kita melalui proses-prose s tersebut. Proses untuk mencari, menemukan, mengolah, sehingga memperoleh hasil (meriam bambu) yang memuaskan walaupun hasilnya tidak sebagus petasan dan kembang api yang sering dimainkan saat pergantian tahun. Happy New Year.

Sumber: Google News | Warta 24 Tana Toraja

Tidak ada komentar