Sahrul Anwar - Dari BBM ke BBG - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Sahrul Anwar - Dari BBM ke BBG

Sahrul Anwar - Dari BBM ke BBG

Energi Kita Energi Pertamina Sahrul Anwar - Dari BBM ke BBG Pompa air di desain sedemikian rupa dengan cara Melubangi salah satu bagian dari pompa air tersebut.Minggu, 17 Desember 2017 2…

Sahrul Anwar - Dari BBM ke BBG

Energi Kita Energi Pertamina

Sahrul Anwar - Dari BBM ke BBG

Pompa air di desain sedemikian rupa dengan cara Melubangi salah satu bagian dari pompa air tersebut.

Sahrul Anwar - Dari BBM ke BBGIlustrasi Pertamina

TRIBUN-TIMUR.COM - Ini adalah artikel nominasi lomba penulisan yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero) MOR VII Sulawesi kerjasama dengan Tribun Timur.

Penulis: Sahrul Anwar

Sejak naiknya harga bahan bakar minyak seperti Bensin Jenis Premium mengakibatkan banyak petani jadi resah.Keresahan petani dikarenakan harga bensin tidak sesuai dengan penghasilan petani.Penggunaan bahan bakar jenis Bensin digunakan petani untuk meghidupkan P ompa Air.Biasa petani meggunakan sekitar enam liter bensin dalam sehari.Jika dinkalkulasikan dengan harga bensin sebelum dinaikkan yaitu dengan harga Rp.5000/Liter dikalikan 6 liter menjadi Rp.30.000/Liter.Berarti dalam sehari rata-rata petani mehabiskan uang sebanyak Rp.30.000 untuk mengaliri sawahnya.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia No.4 Tahun 2015 tentang perhitungan harga jual eceran bahan bakar yang harus menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak) termasuk bensin jenis premium.Keputusan ini diambil untuk menjaga kestabilan perekonomian nasional serta menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional.Pemerintah memutuskan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar bersubsidi di wilyah penugasan di luar pulau Jawa-Madura-Bali mengalami kenaikan.Harga Bensin jenis premium yang dulunya seharga Rp.5.000 / liter naik menjadi Rp.6.460 / Liter.Jika Kita Kalkulasikan kembali, petani akan mengeluarkan biaya lebih dari biasanya yaitu Rp.38.700 / 6 liter Bensin jenis Premium yang digunakan untuk menghidupkan pompa air.Hal ini membuat para petani harus mencari Alternatif lain untuk dapat megairi sawah mereka.

Di sekitar tempat tiggal saya,lebih tepatnya di Dusun Salewatang,Desa Kalukuang,Kec.Galesong,Kab.Takalar,Sulawesi Selatan.Petani membuat suatu inovasi baru yaitu memodifikasi mesin pompa air.Dari yang dulunya berbahan bakar bensin beralih ke bahan Bakar Gas. Mesin pompa air ini dianggap oleh para petani sebagai suatu inovasi yang dapat membantu Perekonomian mereka.Mesin pompa air ini dibuat dengan hanya memodifikasi salah satu bagian dari mesin pompa air itu sendiri.Dengan mengunakan alat seadanya petani di kampung saya berhasil memotifikasi mesin pompa air.

Pompa air di desain sedemikian rupa dengan cara Melubangi salah satu bagian dari pompa air tersebut.Sehinggah Ketika mesin tersebut dihidupkan dengan Bensin yang seadanya.Ketika mesin pompa air tersebut telah menyalah,maka dengan cepat keran bensin ya ng ada pada Mesin pompa air tersebu langsung dimatikan.Selang yang menghubungkan antara mesin pompa air dengan tabung gas elpiji di berikan juga keran untuk mengatur jalannya aliran Gas dari tabung ke mesin pompa air.Sehinggah ketika mesin telah hidup,maka keran yang ada di mesin di matikan dan menghidupkan keran yang adadin antara selang gas yang ada.Terkadang dalam proses mengubah bahan bakar minyak ke bahan bakar gas,petani sering kali mengalami kessulitan.Sehinggah seringkali petani menghabiskan waktu berapa menit untuk melakukan proses tersebut.Tapi kendala tersebus bukanlah hal yang bisa menyurutkan semagat para petani untuk selalu memperbaiki dan mencobanya beberapa kali agar bisa digunakan oleh petani-petani lain yang ada di seluruh Indonesia.

Setelah dilakukan beberapa percobaan,akhirnya mesin pompa air berbahan bakar gas elpiji itu bisa dioperasikan oleh petani.Biasanya petani dalam satu hari menghabiskan satu buah tabung Gas elpiji Tiga Kilogram.Jika kita kalkul asikan dengan penggunaan Bahan bakar Bensin jenis premium dalam sehari petani biasa mengeluarkan ongkos sebanyak Rp.38.700 / 6 liter.sedangkan dengan menggunakan tabung gas elopigi tiga kilogram dengan harga di pasaran sekitar Rp.17.000 â€" Rp.19.000 / Buah.

Dengan adanya inovasi ini,Petani di Dusun Salewatang,Desa Kalukuang,Kec.Galesong,Kab.Takalar telah menemukan suatu inovasi yang dapat di manfaatkan dalam menghemat pengguanna bahan bakar dari fosil. Sekarang mari kita berhitung,Jika petani menggunakan bahan bakar Bensin bersubsidi,maka mereka harus membelinya dengar Harga Rp.38.700 / 6 liter dalam satu hari.Bandingkan jika petani menggunakan Tabung Gas Elpiji 3 Kg dengan harga sekitar Rp.19.000 / buah dalam satu hari. Artinya,petani bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp.19.700.Dua kali lipat jika petani menggunakan Bensin sebagai bahan bakar.

Meskipun para petani belum menegtahui secara spesifik mengenai dampak dari penggunaan bahan bakar gas terhadap mesin pompa air mereka.Ada beberapa isu yang beredar di petani bahwa jika dengan menggunakan bahan bakar gas,mesin pompa air mereka akan cepat mengalami kerusakan.Namun pernyataan-pernyataan tersebut belum bisa dibuktikan secara ilmiah dan belum ada data-data yang bisa mendukung pernyataan-pernyataan tersebut.Di luar dari isu-isu tersebut,telah membuktikan bahwa dengan menggunakan bahan bakar gas,petani bisa meghemat dua kali lipat dari biasanya.

Penggunaan Bahan Bakar Gas dianggap salah satu solusi untuk menangani masalah energi Fosil yang semakin tahun makin berkurang di Muka Bumi.Sehinggah dibutuhkan suatu inovasi yang baru,yaitu suatu energi terbarukan untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan menggunakan Pompa air yang Berbahan Bakar Gas. (*)

Editor: Rasni Ikuti kami di Pria Catat Isi SMS Selingkuhan Istri dari HP Senter di Kertas lalu ke Polisi sambil Gendong Anak Sumber: Google News | Warta 24 Takalar

Tidak ada komentar