Tiga tahun mengabdi, SKL rayakan milad di pelosok desa - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tiga tahun mengabdi, SKL rayakan milad di pelosok desa

Tiga tahun mengabdi, SKL rayakan milad di pelosok desa

Sokola Kaki Langit (SKL) merayakan miladnya yang ke-3 di pelosok Desa Bulo-bulo Kabupaten BarruTerkini.id, Barru â€" Diakhir tahun ini, Sokola Kaki Langit (SKL) telah men…

Tiga tahun mengabdi, SKL rayakan milad di pelosok desa

Sokola Kaki Langit (SKL) merayakan miladnya yang ke-3 di pelosok Desa Bulo-bulo Kabupaten Barru

Terkini.id, Barru â€" Diakhir tahun ini, Sokola Kaki Langit (SKL) telah mencapai ummurnya yang ke-3 tahun.

Relawan pergerakan yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak-anak di pelosok pegunungan ini, memilih merayakannya dengan membuat penggung rakyat di daerah pelosok binaannya.

Rangkaian acara milad ini digelar selama 4 hari, sejak tanggal 27-28 Desember 2017 di Lapangan SD I Patallassang, Dusun Maroangin, Desa Bulo-bulo, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru.

Pada Milad ke-3 SKL dengan tema ‘Cerita Kaki Langit, Dari Pelosok Negeri’ ini berisikan berbagai macam kegiatan, mulai dari lomba untuk anak-anak sekolah, pemb enahan perpusatakaan sekolah, tudang sipulung dan makan bersama warga sampai pagelar panggung rakyat di malam puncaknya.

Panggung rakyat digelar oleh SKL dalam rangka memperingati Milad ke-3 tahun

Anda Saga, selaku relawan SKL dan koordinator lapangan dalam acara ini mengatakan, bahwa setiap kegiatan yang dilakukan juga mendapat bantuan dari warga sekitar.

“Banyak warga yang datang untuk membantu memasak, menyiapkan alat-alat seperti bambu, genset, speaker, dan kursi, semuanya disediakan oleh warga setempat, sehingga kami tidak perlu membawanya dari Makassar,” ujar Anda.

Baca :Talkshow SKL, Deng Ical tanggapi mutu pendidikan

Panggung rakyat yang dibuat tahun ini tergolong unik sebab dihiasi dengan kain berwarna merah dan putih, juga dilengkapi dengan koran-koran yang digantung dan ditempel sebagai latar panggung.

“Kami menghi asi panggung ini dengan dominan warna merah dan putih seperti bendera Indonesia, yang artinya cerita-cerita dari pelosok negeri ini untuk Indonesia kita yang tercinta. Dan kami menggunakan koran untuk menujukkan bahwa segala sesuatu yang ada di sekitar kita ini bisa dimanfaatkan, seperti koran-koran ini, yang tidak hanya menjadi sampah setelah dibaca” jelas Fishar, konseptor panggung rakyat milad SKL.

Panggung rakyat yang digelar pada malam puncak Milad SKL yang ke-3 ini berlangsung dengan meriah dan mendapat apresiasi yang baik oleh warga setempat.

Panggung diisi dengan pemutaran video dokumenter SKL, pembagian hadiah-hadiah, pemotongan tumpeng, persembahan puisi dan cerita-cerita dari relawan-relawan SKL, juga persembahan puisi berantai dari anak-anak binaan mereka.

Pemotongan nasi tumpeng menandai peringatan milad ke-3 Sokola Kaki Langit (SKL)

“Saya merasa sangat terkesan dengan teman-teman dari SKL ini, mereka rela meluangkan waktunya dan tenaganya, untuk membantu desa kita ini, terkhusus untuk mencerdaskan anak-anak kita. Jadi Saya rasa kita harusnya terinspirasi dari mereka, kalau mereka saja yang bukan orang asli kampung sini mau membangun desa kita, kenapa kita sendiri tidak turut membanguan desa bulo-bulo ini,” ujar Rahman, Ketua Tokoh Pemuda Desa Bulo-Bulo saat memberikan sambutannya diatas panggung.

Baca :Mengajar di pelosok negeri, belajar di Terkini.id

Ia juga mengharapkan, walaupun program dari SKL sudah selesai, tetaplah ingat adik-adik didiknya di SD I Patallassang.

“Tetaplah berikan bimbingan, khususnya untuk pendidikan mereka,” harap Rahman.

Selain dihadiri oleh warga-warga desa dan relawan SKL, panggung rakyat Milad SKL ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Bulo-bulo, Kepala Dusun Maroangin, dan KPA Lentera Soppeng.

Citizen Reporter : Achmad Teguh (Anggota SKL)
PenulisFachri Djaman
Sumber: Google News | Warta 24 Barru

Tidak ada komentar