2017 Parepare Alami Inflasi Tertinggi, Bulukumba Terendah - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

2017 Parepare Alami Inflasi Tertinggi, Bulukumba Terendah

2017 Parepare Alami Inflasi Tertinggi, Bulukumba Terendah

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR â€" Badan Pusat Statistik merilis angka inflasi provinsi Sulawesi Selatan per Desember 2017. Inflasi Sulsel di angka 1,04 persen tersebut ber…

2017 Parepare Alami Inflasi Tertinggi, Bulukumba Terendah

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR â€" Badan Pusat Statistik merilis angka inflasi provinsi Sulawesi Selatan per Desember 2017. Inflasi Sulsel di angka 1,04 persen tersebut berada di atas nasional sebesar 0,71 persen meski Sulsel pernah mengalami deflasi pada bulan September lalu.

“lndeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,29. Dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan, semua kota tercatat mengalami inflasi, tertinggi di parepare sebesar 1,11 persen dengan lHK 126,28,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.

Sementara, inflasi terendah berada di Bulukumba sebesar 0,30 persen dengan lHK 136,31. Bulukumba sendiri, termasuk daerah ke 4 dengan inflasi terendah secara nasional dibawah kota Sorong, Lampung dan Manokwari.

Menurut Nu rasam beberapa faktor yang mempengaruhi lnflasi di Sulsel pada Desember 2017, disebabkan oleh naiknya harga pada semua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 2,59 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0.17 persen.

Selain itu disektor perumahan sebesar 0,63 persen, sandang 1,31 persen, kesehatan 0,63 persen, kelompok Pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,07 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,62 persen.

Dari kenaikan inflasi sebesar 1,04 persen, ikan bandeng menyumbang angka inflasi sebesar 0,1439. “Melonjaknya permintaan ikan bandeng dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kebutuhan masyarakat dimana produktifitas komoditi tersebut terbilang rendah,” jelas Nursam.

Selain bandeng, penyumbang inflasi di Sulsel adalah emas sebesar 0,955 dan angkutan udara sebesar 0,937. “Angkutan udara pada bulan Desember mengalami kenaikan permintaan karena banyaknya libur da n momentum tahun baru,” terang Nursam.

(islamuddin dini/pojoksulsel)


Sumber: Google News | Warta 24 Parepare

Tidak ada komentar