7 Jam Diperiksa, Kejati Tahan 3 Tersangka Koruptor RS Pratama ... - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

7 Jam Diperiksa, Kejati Tahan 3 Tersangka Koruptor RS Pratama ...

7 Jam Diperiksa, Kejati Tahan 3 Tersangka Koruptor RS Pratama ...

7 Jam Diperiksa, Kejati Tahan 3 Tersangka Koruptor RS Pratama Enrekang …

7 Jam Diperiksa, Kejati Tahan 3 Tersangka Koruptor RS Pratama ...

7 Jam Diperiksa, Kejati Tahan 3 Tersangka Koruptor RS Pratama Enrekang Submitted by Nurkholis Lamaau on 3 January 2018 tahanan korupsi
Tiga tersangka dalam kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Pratama, Enrekang saat digiring dari Kejati menuju Lapas Kelas 1A Makassar untuk ditahan. (KABAR.NEWS/Arul Ramadhan)


KABAR.NEWS, Makassar - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar resmi melakukan penahanan terhadap tiga tersangk a dalam kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Pratama, Enrekang.

Ketiganya yakni, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang Dr H Marwan Ahmad Ganoko selaku KPA dan PPK dan Direktur PT Haka Utama Ir Andi M Kilat Karaka selaku pelaksana proyek dan Kuasa Direksi PT Haka Utama Sandy Dwi Nugraha.

Ketiganya ditahan setelah tim penyidik Kejati melakukan pemeriksaan sekitar 7 lamanya. Dimana, penyidik mencocokkan barang bukti dan berkas perkara kasus tersebut.

"Ketiganya sudah langsung dibawah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Makassar," kata Salahuddin, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar.

Kendati begitu, Salahuddin masih enggan berkomentar lebih jauh dikarenakan penangan sepenuhnya kasus tersebut berada di wilayah hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang. Apa lagi, mengingat lokasi perkara tersebut ada di wilayah hukum Enrekang.

Usai diperiksa, ketiganya digelandang dari la ntai 5 ruang bidang tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati menuju mobil tahanan di lantai 1, lalu dibawa ke Lapas Kelas 1A Makassar guna menjalani masa penahanan.

Diketahui, kasus tersebut terjadi pada 2015 lalu, di Dinas Kesehatan Enrekang untuk proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama di daerah setempat. Dengan pagu anggaran sebesar Rp4.738.000.000, yang bersumber dari yang APBD (DAK) Tahun 2015.

Dimana, proyek tersebut dimenangkan PT Haka Utama sesuai Kontrak Nomor : 15 / KONTRAK / PENG.RS Pratama / DKE / XI / 2015 tanggal 09 November 2015, dengan nilai Kontrak sebesar Rp 4.566.800.000.

Pekerjaan pembangunan RS Pratama yang dituangkan dalam Akte Notaris Fatmi Nuryanti, SH dengan Nomor: 08 tanggal 09 November 2015. Ada pemberian fee sekitar Rp 80.000.000 dari Sandy kepada Andi M sebagai tanda terima kasih pinjam pakai perusahaan.

Namun dalam pekerjaannya Sandy melakukan penggantian personil inti serta peralatan yang ditawarkan sebelumnya, tanpa sepengetahuan dan persetujuan PPK, PPTK maupun Konsultan Pengawas.

Sementara dalam pelaksanaan pekerjaan, ada beberapa alat yang tidak digunakan sesuai analisa penggunaan alat. Seperti Whell Loader, Dump Truck dan Stamper, namun alat tersebut tetap dibayarkan.

Sehingga pengerjaan proyek tersebut mengalami keterlambatan sehingga mendapat penambahan waktu pekerjaan selama 56 hari kalender dan mendapat denda keterlabatan sebesar Rp 255.740.800.

Berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan Ahli BPKP Perwakilan Provinsi Sulsel, diperoleh hasil Perhitungan Kerugian Negara sebesar Rp1.077.878.252, 65. Sejauh ini penyidik telah menghadirkan 19 orang saksi dan ahli untuk dimintai keterangannya, terkait penyidikan kasus tersebut.

Dalam kasus ini penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang Dr H Marwan Ahmad Ganoko selaku KPA dan PPK. Direktur PT Haka Utama Ir A ndi M Kilat Karaka selaku pelaksana proyek dan Kuasa Direksi PT Haka Utama Sandy Dwi Nugraha.

  • Arul Ramadhan
Sumber: Google News | Warta 24 Enrekang

Tidak ada komentar