Akan Maju Pilkada, Wali Kota Makassar Diperiksa Polisi - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Akan Maju Pilkada, Wali Kota Makassar Diperiksa Polisi

Akan Maju Pilkada, Wali Kota Makassar Diperiksa Polisi

Akan Maju Pilkada, Wali Kota Makassar Diperiksa Polisi Reporter: Didit Hariyadi (Kontributor) Editor: Ku…

Akan Maju Pilkada, Wali Kota Makassar Diperiksa Polisi

Akan Maju Pilkada, Wali Kota Makassar Diperiksa Polisi Reporter:

Didit Hariyadi (Kontributor)

Editor:

Kukuh S. Wibowo

Kamis, 4 Januari 2018 18:58 WIB
Akan Maju Pilkada, Wali Kota Makassar Diperiksa Polisi

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto melakukan sidak ruangan kerja sejumlah PNS rsaat hari pertama masuk kerja di Kantor Balaikota Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Juli 2017. Hari pertama masuk kerja setelah Libur lebaran Idul Fitri dimanfaatkan Walikota makassar untuk halal Bil Halal dan melakukan Sidak terhdapa PNS yang menambah libur. TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengusut dua kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kota Makassar. Dua perkara itu ialah pengadaan barang persediaan sanggar kerajinan lorong-lorong di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta pengadaan pohon ketapang kencana sebanyak 7.000 batang.

“Kami melakukan pemeriksaan kepada Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto secara maraton karena sudah mengajukan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) untuk maju di pemilihan kepala daerah mendatang,” tutur Wakil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Brigadir Jenderal Mas Guntur Laupe, di Makassar, Kamis, 4 Januari 2018.

Baca: Tim Saber Pungli Geledah Kantor Dinas Tata Ruang Makassar

Menurut dia, pemeriksaan harus dilakukan secara cepat karena yang bersangkutan akan maju dalam pilkada Makassar pada Juli mendatang. “Dia (Ramdhan) kan sudah mengajukan pembuatan SKCK, jadi kasusnya dipercepat sebelum pendaftaran di KPU tanggal 8 Januari nanti,” tutur Mas Guntur.

Menurut Mas Guntur, jika Danny Pomantoâ€"sapaan akrab Ramdhanâ€"terlibat kasus dan ada unsur pidananya, SKCK tak akan diterbitkan. “Kalau ada unsur pidananya ya sah-sah saja (tidak diterbitkan),” ujar dia.

Juru bicara Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Dicky Sondani, menambahkan, dalam perkara tersebut penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap Danny Pomanto dalam dua hari berturut-turut. Kemudian memeriksa lagi tiga bawahannya, termasuk dua bagian keuangan dan mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMM Gani Sirman. “Kami usut kasusnya semenjak Mei 2017 setelah menerima laporan dari masyarakat,” ucap Dikcy.

Simak: Kemacetan Disebut Bukti Industri Otomotif Berkembang di Makassar

Dicky berujar kasus pengadaan barang sanggar kerajinan merugikan negara sekitar Rp 50 juta dari total anggaran sekitar Rp 1 miliar dan terealisasi Rp 900 juta lebih. Adapun kasus pengadaan pohon ketapang ditemukan kerugian negara Rp 1 miliar dari total dana Rp 6 miliar dan terealisasi Rp 5 miliar.

“Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memang ada kerugian negara. Diduga ada mark up harga dan perbuatan memecah pengadaan barang dan jasa menjadi beberapa paket,” tuturnya.

Lihat: Danny Pomanto Bangun Makassar Dengan Sistem Smart City

Kuasa hukum Danny Pomanto, Abdul Azis, menganggap alasan polisi memeriksa kliennya secara maraton tak berdasar. Apalagi lebih dahulu diterbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) daripada laporan kasus di Dinas Koperasi. “Kan tak logis, sampai penyidik semangat sekali melakukan pemeriksaan maraton,” ucap Azis.

Sedangkan kasus pohon ketapang kencana, kata dia, bersamaan antara sprindik dan laporan. Padahal seharusnya ada proses terlebih dahulu sebelum dilakukan penyelidikan dan penyidikan. “Kami keberatan karena kuat dugaan ada aroma politik,” tutur Azis.

DIDIT HARIYADI

Terkait
  • Samsat Makassar Tagih Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor di Mal

    Samsat Makassar Tagih Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor di Mal

    4 hari lalu
  • Banjir Makassar, Ini Penjelasan Wali Kota

    Banjir Makassar, Ini Penjelasan Wali Kota

    14 hari lalu
  • Makassar Banjir Setelah Hujan Deras 3 Hari

    Makassar Banjir Setelah Hujan Deras 3 Hari

    14 hari lalu
  • Kejaksaan Usut Robohnya Tribun Stadion Barombong Makassar

    Kejaksaan Usut Robohnya Tribun Stadion Barombong Makassar

    28 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Kasus BLBI, Eks Ketua BPPN: Urusan Saya Sudah Selesai

    Kasus BLBI, Eks Ketua BPPN: Urusan Saya Sudah Selesai

    2 jam lalu
  • Pilkada 2018, PKS Targetkan Kemenangan 60 Persen di 140 Daerah

    Pilkada 2018, PKS Targetkan Kemenangan 60 Persen di 140 Daerah

    2 jam lalu
  • Dituduh Sebarkan Komunisme, Aktivis Lingkungan Dituntut 7 Tahun

    Dituduh Sebarkan Komunisme, Aktivis Lingkungan Dituntut 7 Tahun

    3 jam lalu
  • Dituduh Sebarkan Komunisme, Aktivis Lingkungan Dituntut 7 Tahun

    Dituduh Sebarkan Komunisme, Aktivis Lingkungan Dituntut 7 Tahun

    3 jam lalu
  • Foto
  • Ekspresi Bupati Hulu Sungai Tengah Tiba di KPK usai Terjaring OTT

    Ekspresi Bupati Hulu Sungai Tengah Tiba di KPK usai Terjaring OTT

    1 jam lalu
  • Jokowi Undang 88 Raja dan Sultan Se-Indonesia ke Istana Bogor

    Jokowi Undang 88 Raja dan Sultan Se-Indonesia ke Istana Bogor

    11 jam lalu
  • LP Banda Aceh Rusuh, Napi Bakar Lima Ruang Lapas Kelas II A

    LP Banda Aceh Rusuh, Napi Bakar Lima Ruang Lapas Kelas II A

    11 jam lalu
  • Kamisan Perdana 2018, Jokowi Diminta Wujudkan Agenda Reformasi

    Kamisan Perdana 2018, Jokowi Diminta Wujudkan Agenda Reformasi

    14 jam lalu
  • Video
  • Lulusan SMP Jadi Mantri Kesehatan, 23 Orang Keracun   an, Satu Wafat

    Lulusan SMP Jadi Mantri Kesehatan, 23 Orang Keracunan, Satu Wafat

    7 jam lalu
  • Seorang Gadis di Brebes Diperkosa Oleh Enam Pemuda

    Seorang Gadis di Brebes Diperkosa Oleh Enam Pemuda

    10 jam lalu
  • Pembakaran 25 Alquran, Pelaku Diduga Alami Gangguan Mental

    Pembakaran 25 Alquran, Pelaku Diduga Alami Gangguan Mental

    11 jam lalu
  • Diduga Alergi Obat, Kulit Bocah Ini Melepuh Setelah Minum Obat

    Diduga A lergi Obat, Kulit Bocah Ini Melepuh Setelah Minum Obat

    14 jam lalu
  • terpopuler
  • 1

    Kapolri Tito Karnavian Melantik 79 Perwira Menengah

  • 2

    Umumkan Calon PIlkada 2018 untuk 4 Provinsi, PDIP Pamer Risma

  • 3

    Ketika Djarot Merasa Perlu Mendengar Ahok Soal Pilgub Sumut

  • 4

    Istri Wakil Wali Kota Gorontalo Diciduk BNN, Suami: Dia Khilaf

  • 5

    Agus Kriswanto Panglima Kostrad Baru Pengganti Edy Rahmayadi

  • Fokus
  • Harga Minyak Dunia Naik, Subsidi BBM Sedot Dana Infrastruktur?

    Harga Minyak Dunia Naik, Subsidi BBM Sedot Dana Infrastruktur?

  • Setelah Blok Mahakam di Tangan Pertamina

    Setelah Blok Mahakam di Tangan Pertamina

  • KPK Percepat Pengusutan Kasus E-KTP dan BLBI

    KPK Percepat Pengusutan Kasus E-KTP dan BLBI

  • BNPT: Waspadai Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru

    BNPT: Waspadai Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru

  • Terkini
  • Setya Novanto Belum Pasti Ajukan Diri Jadi Justice Collabolator

    Setya Novanto Belum Pasti Ajukan Diri Jadi Justice Collabolator

    1 jam lalu
  • Hari Ini, KPK Periksa Gubernur Jambi Zumi Zola

    Hari Ini, KPK Periksa Gubernur Jambi Zumi Zola

    1 jam lalu
  • ELSAM: BSSN Tak Patut Minta Kewenangan Penindakan

    ELSAM: BSSN Tak Patut Minta Kewenangan Penindakan

    2 jam lalu
  • Edy Rahmayadi Beberkan Modalnya Maju di Pilgub Sumut

    Edy Rahmayadi Beberkan Modalnya Maju di Pilgub Sumut

    2 jam lalu
  • Agus Kriswanto, Panglima Kostrad Baru yang Gantikan Edy Rahmayadi

    Agus Kriswanto, Panglima Kostrad Baru yang Gantikan Edy Rahmayadi

    2 jam lalu
  • KPK Umumkan Status Hukum 6 Orang Hasil OTT di Kalsel Siang Ini

    KPK Umumkan Status Hukum 6 Orang Hasil OTT di Kalsel Siang Ini

    2 jam lalu
  • Saat Megawati Bangga Tak Salah Memilih Risma

    Saat Megawati Bangga Tak Salah Memilih Risma

    2 jam lalu
  • Pilkada 2018, PKS Targetkan Kemenangan 60 Persen di 140 Daerah

    Pilkada 2018, PKS Targetkan Kemenangan 60 Persen di 140 Daerah

    3 jam lalu
  • KPK Akan Merinci Peran Setya Novanto di Sidang Lanjutan E-KTP

    KPK Akan Merinci Peran Setya Novanto di Sidang Lanjutan E-KTP

    6 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Anak, Istri, dan Keponakan Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

    Nama anak, istri, dan keponakan Setya Novanto berada di pusaran rasuah e-KTP lewat PT Murakabi Sejahtera.

    Sumber: Google News | Warta 24 Makassar

    Tidak ada komentar