Didatangi Massa Umar-Madeng, Ketua KPU Bone: Saya Sedih - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Didatangi Massa Umar-Madeng, Ketua KPU Bone: Saya Sedih

Didatangi Massa Umar-Madeng, Ketua KPU Bone: Saya Sedih

RAKYATKU.COM,BONE - Tidak menerima keputusan hasil Pleno KPUD Bone, simpatisan pasangan dr Risalul Umar-Andi Mappamadeng (Umar-Madeng) mendatangi kantor KPU Bone di Jalan Gat…

Didatangi Massa Umar-Madeng, Ketua KPU Bone: Saya Sedih

RAKYATKU.COM,BONE - Tidak menerima keputusan hasil Pleno KPUD Bone, simpatisan pasangan dr Risalul Umar-Andi Mappamadeng (Umar-Madeng) mendatangi kantor KPU Bone di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Jumat (26/1/2018).

Tim Umar Madeng yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pro Demokrasi (FKMD) menyampaikan sejumlah tuntutannya di hadapan ketua KPU Bone.

Salah satu tuntutan dari FKMD ini yaitu kekurangan dukungan saat dilakukan verifikasi administrasi, diduga adanya berkas dukungan yang sengaja dirusak atau dihilangkan.

"Saat dukungan bermalam di KPU bone itu tanpa pengawalan ketat dari tim Umar-Madeng. Hal ini dikarenakan tim dilarang berada di ruangan tersebut dengan alasan tempat itu aman karena dipantau CCTV," kata M Naim, koordinator FKMD.

Tidak hanya itu saat tim telah menyetor berkas, tim tidak diberikan surat tanda terima berkas dukungan. Keesokan harinya saat dilakukan verifikasi berkas itu dihentikan tengah malam tanpa alasan jelas.

Baca Juga

  • Merasa Dicurangi, Kandidat Bupati dan Wabup Bone Marah-marah di Kantor Panwaslu
  • Andi Fahsar-Ambo Dalle Akhirnya Lawan Kotak Kosong
  • KPU Bone Mulai Verifikasi Tambahan Dukungan Umar-Madeng

Ketua KPUD Bone Aksi Hamsah mengatakan, seharusnya pasangan Umar-Madeng tidak perlu mempertanyakan keterbukaan KPU karena selama ini bahkan dia mengaku banyak kebijakan-kebijakan yang ditoleransi oleh pihaknya.

"Saya merasa sangat sedih apabila dikatakan tidak terbuka. Padahal, timnya saya selalu sama-sama. Ketika Umar-Madeng mengatakan bahwa ada dukungannya yang dirusak atau dihilangkan berarti dia menganggap ada persekongkolan antara polisi dan KPU karena polisi jaga 24 jam di sini," jelas Aksi.

Aksi juga menjelaskan bahwa yang bisa mengubah keputusan KPU dalam tahapan pemilu yaitu keputusan Lembaga Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Seharusnya yang bisa dilakukan sekarang Umar-Madeng yaitu ajukan gugatan ke PTUN untuk mencari celah hukum agar berkasnya ada tahap perbaikan," jelas Aksi.

Sumber: Google News | Warta 24 Bone

Tidak ada komentar