Kotak Kosong di Bone dan Enrekang, Kabar Buruk Pesta Demokrasi di Sulsel - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kotak Kosong di Bone dan Enrekang, Kabar Buruk Pesta Demokrasi di Sulsel

Kotak Kosong di Bone dan Enrekang, Kabar Buruk Pesta Demokrasi di Sulsel

Ilustrasi. (Int)SULSELSATU.com, MAKASSAR â€" Pilkada Serentak di 12 daerah di Sulsel Juni mendatang, mempertontonkan sejumlah fenomena unik. Salah satun…

Kotak Kosong di Bone dan Enrekang, Kabar Buruk Pesta Demokrasi di Sulsel

Ilustrasi. (Int)

SULSELSATU.com, MAKASSAR â€" Pilkada Serentak di 12 daerah di Sulsel Juni mendatang, mempertontonkan sejumlah fenomena unik.

Salah satunya, dua daerah yaitu, Enrekang dan Bone dipastikan akan melawan kotak kosong. Fenomena yang baru pertama kali terjadi di Sulsel, sejak pilkada langsung digelar.

Pengamat Politik, Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto menilai, situasi yang terjadi di Bone dan Enrekang kurang menggembirakan bagi kemajuan demokrasi di Sulsel.

“Tujuan dari pilkada langsung sebenarnya adalah membuka akses seluas luasnya bagi warga negara untuk berkomp etisi memperebutkan formasi jabatan-jabatan publik. Tentu tidak menghendaki terjadinya penumpukan kekuasaan di satu kelompok saja,” kata Luhur kepada Sulselsatu.com, Jumat (26/1/2018).

Menurut Luhur, situasi yang terjadi di Enrekang sebenarnya karena kegagalan dari kelompok penantang mengkonsolidasikan kekuatan untuk melawan petahana. Sehingga, para penantang akhirnya gagal menggenapkan syarat dukungan.

Sementara untuk Bone, lanjut Luhur, justru jauh lebih suram. kandidat penantang dari partai politik sudah berguguran sebelum tahapan penjaringan. Di sisi lain, kandidat perseorangan juga tidak cukup siap mengelola dukungan untuk sekedar menjadi penantang.

“Kuatnya patronase kekuasaan kepala daerah, yang mampu mengintegrasikan kekuatan kultural dan struktural berdampak pada melemahnya kekuatan para penantang,” lanjut Luhur.

Dengan melawan kotak kosong, jelas Luhur, akan berdampak pada partaisipiasi pemilih yang akan berkurang, karena ada alasan bagi p emilih yang untuk tidak hadir di TPS.

“Dengan pilihan yang terbatas, maka tentu golput ideologis punya lagi alasan untuk tidak hadir di TPS,” ucapnya

“Meskipun saya kira level kesadaran bagi pemilih untuk hadir di TPS masih lebih dominan bersifat mobilisasi dari penyelenggara atau pemerintah,” tutupnya

Penulis: Ramdhan Akbar
Editor: Alam Malik

Sumber: Google News | Warta 24 Bone

Tidak ada komentar