Pelayanan Capil Kerap Dikeluhkan, Bupati Wajo: Pecat Pegawai ... - Warta 24 Sulawesi Selatan
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pelayanan Capil Kerap Dikeluhkan, Bupati Wajo: Pecat Pegawai ...

Pelayanan Capil Kerap Dikeluhkan, Bupati Wajo: Pecat Pegawai ...

Pelayanan Capil Kerap Dikeluhkan, Bupati Wajo: Pecat Pegawai Nakal Dahniar Gaffar mengatakan, antrean yang kerap membeludak disebabkan sempitnya ruang kantor dinas…

Pelayanan Capil Kerap Dikeluhkan, Bupati Wajo: Pecat Pegawai ...

Pelayanan Capil Kerap Dikeluhkan, Bupati Wajo: Pecat Pegawai Nakal

Dahniar Gaffar mengatakan, antrean yang kerap membeludak disebabkan sempitnya ruang kantor dinas yang dipimpinnya tersebut.

Pelayanan Capil Kerap Dikeluhkan, Bupati Wajo: Pecat Pegawai Nakalst hamdana rahman/tribunwajo.comBupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru saat memantau pelayanan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Wajo, Jl. Lontara, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (20/2/2018).

Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru mengat akan akan memecat staf di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) jika ketahuan melakukan pelayanan tanpa prosedur yang telah ditetapkan.

Hal tersebut dikatakannya saat memantau pelayanan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Wajo, Jl Lontara, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (20/2/2018).

"Kalau ada pegawai nakal, yang meminta warga bayar atau melakukan pungutan liar, saya akan pecat," katanya di depan staf dan warga yang melakukan pengurusan administrasi kependudukan di kantor Disdukcapil.

Reaksi bupati itu disebabkan aduan masyarakat tentang pelayanan di kantor tersebut.

Baca: Masih Ada 23 Ribu Warga Bulukumba Belum Punya e-KTP, Disdukcapil Jemput Bola

Baca: Layanan Kayak Antrean Sembako, Ketua DPRD Wajo Minta Disdukcapil Lakukan Ini

Sementara, Kepala Disdukcapil Kabupaten Wajo, Dahniar Gaffar mengatakan, antrean yang kerap membeludak disebabkan sempitnya ruan g kantor dinas yang dipimpinnya tersebut.

"Tiap hari kami buka antrean hingga 300. Memang kelihatan membeludak hingga keluar kantor. Tapi kami dirikan tenda agar warga yang mengantre bisa nyaman. Ada juga ruang ibu menyusui hingga tempat bermain anak," jelasnya.

Dahniar juga menyebut akan memberi sanksi pemecatan jika ada stafnya yang tidak menaati aturan.

"Banyak tudingan kalau di Capil bisa dibayar agar lancar, kalau itu benar ada, kami mau masyarakat menunjukan kami oknumnya, agar diberi sanksi," katanya.(*)

Penulis: St Hamdana Rahman Editor: Hasriyani Latif Ikuti kami di Bantah Disebut Pelakor, Wanita yang Dilempari Duit Beri Klarifikasi Mengejutkan, Ungkap 5 Fakta Ini Sumber: Google News | Warta 24 Wajo

Tidak ada komentar