WARTA 24 SULAWESI SELATAN

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Dengan Keterbatasan Fisik, Syukur Sudah Mencoklit 70 Persen ...

Posted by On 11.21

Dengan Keterbatasan Fisik, Syukur Sudah Mencoklit 70 Persen ...

Pilgub Sulsel 2018

Dengan Keterbatasan Fisik, Syukur Sudah Mencoklit 70 Persen Warga di Maros Baru

Keterbatasan fisik yang dimilikinya, tidak membuatnya menyerah dalam menjalankan tugasnya dalam masa Pencocokan dan Penelitian data (Coklit)

Dengan Keterbatasan Fisik, Syukur Sudah Mencoklit 70 Persen Warga di Maros BaruansarSeorang Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP) di Kabupaten Maros, Syukur memiliki keterbatasan fisik melakukan Pencocokan dan Penelitian data (Coklit) di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Maros. Dia didampingi Komisioner KPUD Maros, Ansar (kiri).

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Seorang Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP) di Kabupaten Maros, Syukur layak menjadi inspirasi bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun yang normal, Jumat (26/1/2018).

Meski mengalami cacat sejak lahir tahun 1994 lalu itu, namun niatnya untuk bersaing dengan orang normal sangat tinggi. Dia menjadi satu-satunya petugas PPDP yang tidak memiliki jari-jari.

Keterbatasan fisik yang dimilikinya, tidak membuatnya menyerah dalam menjalankan tugasnya dalam masa Pencocokan dan Penelitian data (Coklit) di TPS 03, di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Maros.

Keterbatasannya tersebut, justru memacunya untuk bekerja maksimal melakukan pendataan dengan mendatangi setiap rumah dalam wilayah tugasnya.

Atas kegigihannya, pria yang berpendidikan terakhir SMA ini, mendapat apresiasi dari KPU Maros. Kinerjanya dalam melakukan pencoklitan sebagai petugas PPDP untuk suksesi pemilu serentak 2018, dinilai sangat maksimal.

Selain sebagai PPDP, keseha rian putra kelima dari pasangan Daeng Ngerang dan Daeng Pase ini, juga diisi dengan bertani, berternak bebek dan mengurus masjid di desanya.

"Saya membuktikan, orang seperti saya (cacat) juga bisa bersaing. Saya termotivasi untuk menjadi PPDP demi menambah pengalaman dan teman. Gaji saya sebagai petugas, untuk digunakan memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.

Almunus Madrasah Aliyah DDI Alliritengae Maros tersebut, aktif berorganisasi dan ingin selalu mencoba hal baru. Sebelnya, dia pernah menjadi petugas TPS pada Pemilihan Bupati Maros 2015 lalu.

Penulis: Ansar Editor: Anita Kusuma Wardana Ikuti kami di Perawat Pelaku Pelecehan Dibekuk di Hotel dengan Istri, Reka Ulang Perilakunya saat Diperiksa Sumber: Google News | Warta 24 Maros

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »