WARTA 24 SULAWESI SELATAN

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Untuk Tulisan yang Kontroversi Ini, Pemkab Tana Toraja Keluarkan ...

Posted by On 09.34

Untuk Tulisan yang Kontroversi Ini, Pemkab Tana Toraja Keluarkan ...

KAREBATORAJA.COM, MAKALE â€" Tulisan “SELAMAT DATANG KOTA MAKALE TORAYA MAELO” yang dibuat pemerintah kabupaten Tana Toraja di Kilometer 5 Mengkendek, terus menuai kontroversi. Selain soal tulisannya, yang menurut sebagian besar orang, tidak nyambung, juga soal anggaran yang digunakan pada proyek itu. Belum lagi soal jadwal pelaksanaan proyek yang sudah melewati tahun anggaran.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pengadaan papan nama Selamat Datang Kota Makale Toraya Maelo, pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tana Toraja, Ode Sawelinggi, yang dikonfirmasi karebatoraja.com, melalui saluran telepon, Sabtu, 17 Februari 2018, menguraikan proyek tersebut menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Tana Toraja tahun 2017 sebesar Rp513.100.000.- dan dikerjakan oleh CV. Agri Forest.

Ode mengakui pekerjaan proyek ini lambat dan harus menyeberang ke tahun 2018. Namun hal itu tidak terjadi begitu saja. “Ada perubahan-perubahan dari yang mereka (kontraktor) kerjakan semula, sehingga kita buatkan addendum kontrak,” terangnya.

Soal kontroversi penulisan kata-kata maupun pengertian, Ode mengatakan hal itu sesuai perencanaan serta sudah dikonsultasikan dan disetujui pimpinannya sebelum dikerjakan. “Dalam perencanaannya sudah seperti itu, sebagai PPK saya laksanakan. Itu pun sudah dikonsultasikan dengan pimpinan. Ada daerah lain yang juga tidak menggunakan “di” pada papan nama selamat datang,” terang Ode.

Dia mengatakan kontroversi terhadap kata-kata yang ada disebabkan karena masing-masing orang memiliki pengertian berbeda terhadap sebuah tulisan. Lagi pula, antara kalimat SELAMAT DATANG dengan KOTA MAKALE, serta TORAYA MAELO, memiliki arti sendiri-sendiri, tidak satu kalimat.

“Karena kalau ditambahkan “ di” sebelum Kota Makale, salah juga, karena lokasi pemasangannya masih di wilayah Mengkendek, bukan Makale,” urai Ode. (Arthur)

Baca Juga

Berpeluang Juara Lomba Sekolah Sehat, Kepsek SD Renya Rosari Makale Diundang ke Istana NegaraTaman Lovely December Ini Dibuat Jelang Kedatangan Presiden JokowiLampu Pohon Natal Bambu “Raksasa” di Rantepao Sudah MenyalaDiduga Mengidap Malaria, Seorang Pria Tewas Setelah Lompat dari Jembatan di RembonBagikan
  • 1.8K
Sumber: Google News | Warta 24 Tana Toraja

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »